Berita  

Petani Garam Kesulitan Pemasaran karena Impor

Garam Rakyat Terlunta-lunta: Ketika Impor Mematikan Pasar Lokal

Petani garam di Indonesia kembali menghadapi masa sulit. Bukan karena cuaca buruk, melainkan gelombang garam impor yang membanjiri pasar domestik. Situasi ini membuat mereka kesulitan memasarkan hasil panennya, bahkan seringkali dengan harga yang jauh di bawah biaya produksi.

Kran impor yang terbuka lebar, seringkali tanpa mempertimbangkan stok garam lokal, menciptakan pasokan berlebih. Akibatnya, harga garam rakyat anjlok drastis dan stok menumpuk tak terjual di gudang-gudang petani. Padahal, bagi ribuan keluarga, produksi garam adalah satu-satunya tumpuan hidup. Penurunan harga dan mandeknya penjualan berarti hilangnya pendapatan, terancamnya kesejahteraan, dan masa depan yang tidak pasti. Mereka merasa ditinggalkan di tengah persaingan yang tidak seimbang.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret. Mulai dari peninjauan ulang kebijakan impor hingga penguatan serapan garam lokal oleh industri. Ini penting agar garam rakyat tidak lagi terlunta-lunta di negerinya sendiri dan tetap menjadi pilar ekonomi pesisir yang berkelanjutan.

Exit mobile version