Berita  

Kegagalan Penyaluran Bansos Picu Kerusuhan di Daerah Tertentu

Gagalnya Bansos: Bara Amarah Warga Pecah Jadi Kerusuhan

Kegagalan penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali menjadi pemicu letupan amarah warga di beberapa daerah di Indonesia. Program yang seharusnya menjadi penyelamat di kala sulit, justru berujung pada kerusuhan dan ketegangan sosial ketika distribusi tidak berjalan sesuai harapan.

Insiden ini seringkali berakar pada masalah klasik: data penerima yang tidak akurat, birokrasi yang lambat, hingga dugaan penyelewengan di lapangan. Antrean panjang yang tak berujung, nama yang tidak terdaftar padahal sangat membutuhkan, atau bahkan bantuan yang tak kunjung tiba, memicu frustrasi yang berujung pada tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas umum atau konflik antarwarga. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem dan pemerintah pun terkikis.

Di daerah-daerah yang dilanda kerusuhan, dampak yang terlihat jelas adalah kerusakan fisik, konflik horizontal, dan tentu saja, semakin dalamnya luka kemiskinan dan ketidakpercayaan. Masyarakat yang sudah rentan semakin terpuruk, dan semangat solidaritas terkikis oleh rasa ketidakadilan yang merajalela.

Peristiwa ini adalah peringatan keras bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem penyaluran bansos secara menyeluruh. Diperlukan transparansi data, akuntabilitas yang ketat, serta mekanisme pengawasan yang efektif agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan, bukan malah menyulut api kerusuhan yang merugikan semua pihak.

Exit mobile version