Prakerja Meluas: Mampukah Menjadi Jembatan untuk Pengangguran Baru?
Program Kartu Prakerja telah menjadi salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja dan mengurangi pengangguran. Kini, dengan cakupan yang diperluas, pertanyaan krusial muncul: seberapa efektifkah perluasan ini dalam menjembatani pengangguran baru menuju dunia kerja yang semakin kompetitif?
Potensi sebagai Harapan Baru
Bagi pengangguran baru, terutama lulusan muda atau mereka yang baru terkena PHK, Prakerja menawarkan harapan. Program ini berpotensi membekali mereka dengan keterampilan relevan (reskilling/upskilling) yang dibutuhkan pasar kerja modern, seperti literasi digital, keahlian teknis, hingga soft skill. Insentif yang diberikan juga dapat meringankan beban ekonomi saat mencari kerja, sekaligus mendorong mereka untuk terus belajar dan beradaptasi. Bahkan, tak sedikit yang memanfaatkan pelatihan untuk merintis usaha mandiri. Dengan demikian, Prakerja bisa menjadi "jembatan" yang menghubungkan mereka dari status pengangguran ke peluang kerja atau wirausaha.
Tantangan dan Ujian Efektivitas
Namun, efektivitas perluasan ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Pertama, kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan riil industri menjadi kunci. Jika keterampilan yang diajarkan tidak terserap optimal oleh pasar kerja, program ini berisiko menjadi ‘jembatan’ yang tidak terhubung ke daratan. Kedua, kualitas pelatihan dan persaingan ketat di antara sesama pencari kerja juga perlu diperhitungkan. Pengangguran baru seringkali minim pengalaman, sehingga hanya mengandalkan sertifikat pelatihan mungkin belum cukup tanpa adanya mekanisme penyaluran kerja yang lebih kuat. Ketiga, skala masalah pengangguran yang besar membutuhkan solusi komprehensif, bukan hanya pelatihan.
Kesimpulan
Perluasan Kartu Prakerja memiliki potensi besar untuk membantu pengangguran baru. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada adaptasi yang berkelanjutan: pemantauan relevansi pelatihan, kolaborasi erat dengan industri untuk penyerapan lulusan, serta evaluasi dampak yang transparan. Hanya dengan demikian, Prakerja dapat benar-benar menjadi jembatan kokoh, bukan sekadar harapan semu, bagi mereka yang berjuang menapaki jalur karier di tengah dinamika ekonomi.
