Jalan Nasional Rusak: Ranjau Berbahaya yang Mengintai Nyawa
Kerusakan jalan nasional bukan sekadar pemandangan biasa, melainkan ancaman serius yang mengintai keselamatan pengguna jalan. Dari lubang menganga, retakan parah, hingga gelombang aspal tak beraturan, kondisi ini telah menjadi "ranjau" mematikan yang siap menjerat siapa saja.
Terutama bagi pengendara sepeda motor, lubang tak terduga bisa berujung pada terjatuh dan cedera serius, bahkan fatal. Kendaraan roda empat pun tak luput, risiko pecah ban, kerusakan suspensi, hingga hilang kendali akibat menghindari lubang mendadak sangat tinggi. Hal ini sering memicu kecelakaan beruntun atau tabrakan dari arah berlawanan, terutama saat malam hari atau cuaca buruk dengan jarak pandang terbatas.
Faktor penyebabnya beragam: beban kendaraan yang melebihi kapasitas, kondisi cuaca ekstrem, hingga kurangnya pemeliharaan rutin yang efektif. Dampak kerugian tidak hanya pada nyawa dan cedera, tetapi juga kerugian ekonomi berupa biaya perbaikan kendaraan yang tidak sedikit. Waktu tempuh yang lebih lama dan potensi kemacetan akibat menghindari area rusak juga menurunkan produktivitas.
Ini bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi masalah kemanusiaan. Pemerintah dan pihak terkait harus segera bertindak proaktif dalam perbaikan dan pemeliharaan jalan nasional secara berkelanjutan. Jangan biarkan jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian berubah menjadi jalur maut yang menakutkan. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama.
