Berita  

Polusi Suara di Kota Besar Picu Gangguan Kesehatan Mental

Jeritan Senyap Kota: Polusi Suara Mengikis Ketenangan Jiwa

Kota besar identik dengan denyut kehidupan yang tak pernah padam. Namun, di balik hiruk pikuknya, tersimpan ancaman tak kasat mata: polusi suara. Lebih dari sekadar gangguan telinga, kebisingan kronis ini terbukti menjadi pemicu serius gangguan kesehatan mental bagi warganya.

Dari deru kendaraan, klakson yang tak henti, bisingnya konstruksi, hingga keramaian pasar, telinga kita terus-menerus dibombardir suara di atas ambang batas aman. Polusi suara bukan lagi sekadar ketidaknyamanan sesaat, melainkan paparan konstan yang sulit dihindari, mengubah lingkungan menjadi medan stres bagi otak dan tubuh.

Dampak paling nyata adalah peningkatan kadar stres dan kecemasan. Otak merespons kebisingan sebagai ancaman, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang jika berkelanjutan dapat menyebabkan insomnia, gangguan tidur, iritabilitas, hingga kesulitan konsentrasi. Jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu depresi dan kelelahan mental.

Mengingat urgensinya, polusi suara perlu ditangani serius. Diperlukan kesadaran kolektif, regulasi yang lebih ketat, serta perencanaan kota yang memperhatikan zonasi kebisingan dan penyediaan ruang hijau sebagai peredam alami. Mari kita kembalikan ketenangan jiwa di tengah gemuruh kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *