Berita  

Lahan Pertanian Berubah Jadi Kawasan Industri, Petani Terdesak

Sawah Dijual, Petani Tergusur: Ironi Pembangunan

Fenomena konversi lahan pertanian menjadi kawasan industri kian marak di berbagai daerah, mengancam keberlanjutan sektor pangan dan nasib jutaan petani. Dorongan investasi dan janji pertumbuhan ekonomi seringkali menjadi alasan utama, dengan harga tanah yang menggiurkan menjadi pemicu utama bagi pemilik lahan.

Petani, sebagai garda terdepan penyedia pangan, adalah pihak yang paling merasakan dampaknya. Mereka kehilangan mata pencarian, terputusnya ikatan budaya dengan tanah, dan kesulitan beradaptasi dengan pekerjaan baru. Mereka terdesak, bahkan tergusur, dari tanah yang telah diwarisi turun-temurun, beralih fungsi menjadi pabrik, gudang, atau jalan tol.

Implikasinya meluas pada ketahanan pangan nasional. Berkurangnya produksi pangan lokal berarti ketergantungan pada impor meningkat, di samping kerusakan ekosistem yang tak terhindarkan. Pembangunan seyogyanya tidak mengorbankan fondasi kehidupan. Diperlukan kebijakan yang lebih bijaksana untuk menyeimbangkan investasi dan perlindungan lahan pertanian serta hak-hak petani, agar sawah tetap hijau, dan petani tetap berdaulat di tanahnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *