Beyond Stiker CHSE: Menguak Efektivitas Standar Emas Pariwisata
Pandemi COVID-19 telah mengubah lanskap pariwisata, menempatkan aspek Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) sebagai fondasi kepercayaan wisatawan. Program CHSE bukan sekadar label atau stiker, melainkan komitmen industri untuk menciptakan destinasi yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Namun, seberapa efektifkah program ini di lapangan? Evaluasi menjadi kunci untuk menguak dampak nyatanya.
Pentingnya Evaluasi CHSE
Evaluasi program CHSE krusial untuk:
- Memastikan Kepatuhan: Mengukur sejauh mana pelaku usaha pariwisata (hotel, restoran, destinasi) benar-benar menerapkan standar CHSE.
- Meningkatkan Kepercayaan: Memberikan jaminan kepada wisatawan bahwa standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan telah dipenuhi secara konsisten.
- Identifikasi Kekurangan: Menemukan celah atau area yang perlu perbaikan agar program lebih optimal.
- Mendorong Keberlanjutan: Menilai dampak aspek lingkungan (E) dalam CHSE terhadap praktik pariwisata yang lebih bertanggung jawab.
- Adaptasi dan Inovasi: Memungkinkan adaptasi program terhadap perubahan tren atau tantangan di masa depan.
Aspek yang Dievaluasi
Evaluasi CHSE harus mencakup:
- Implementasi C (Cleanliness): Standar kebersihan fasilitas, frekuensi sanitasi, ketersediaan hand sanitizer, dan pelatihan staf.
- Implementasi H (Health): Protokol pemeriksaan kesehatan, penanganan kasus darurat, ventilasi, dan standar keamanan pangan.
- Implementasi S (Safety): Rencana mitigasi risiko, keamanan fisik, pengelolaan keramaian, dan prosedur evakuasi.
- Implementasi E (Environment): Pengelolaan limbah, efisiensi energi, penggunaan produk ramah lingkungan, dan kontribusi terhadap komunitas lokal.
- Persepsi dan Kepuasan: Survei terhadap wisatawan dan staf untuk mengukur tingkat kepercayaan dan kepuasan terhadap penerapan CHSE.
- Dampak Ekonomi: Analisis terhadap pemulihan kunjungan wisatawan dan dampak positif terhadap ekonomi lokal.
Metode Evaluasi Efektif
Untuk hasil yang objektif, evaluasi dapat dilakukan melalui:
- Audit Internal dan Eksternal: Peninjauan berkala oleh tim independen.
- Survei dan Wawancara: Mengumpulkan masukan dari wisatawan, staf, dan manajemen.
- Observasi Lapangan: Pemantauan langsung implementasi CHSE di fasilitas pariwisata.
- Analisis Data: Membandingkan data kunjungan, insiden, dan kepuasan sebelum dan sesudah implementasi.
Kesimpulan
Evaluasi program CHSE bukan sekadar formalitas, melainkan investasi strategis untuk masa depan pariwisata. Dengan evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan, kita dapat memastikan bahwa CHSE benar-benar menjadi "standar emas" yang meningkatkan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan destinasi pariwisata, bukan hanya di atas kertas, tetapi juga dalam pengalaman nyata setiap wisatawan.
