Berita  

Jalan Rusak di Jalur Logistik: Distribusi Barang Terganggu

Lubang di Jalan, Retak di Rantai Pasok: Ancaman Nyata Distribusi Nasional

Jalan rusak bukan sekadar pemandangan tak sedap, melainkan ‘penyakit’ kronis yang menggerogoti urat nadi ekonomi nasional. Terutama pada jalur logistik utama, kondisi ini menjadi momok yang menghambat distribusi barang secara signifikan, menciptakan efek domino yang merugikan semua pihak.

Setiap lubang dan retakan di jalan berarti potensi kerusakan pada truk pengangkut, mulai dari ban pecah hingga suspensi jebol. Ini berujung pada peningkatan waktu tempuh yang drastis, menyebabkan keterlambatan pengiriman yang tak terhindarkan. Akibatnya, biaya operasional membengkak, baik dari perbaikan kendaraan, konsumsi bahan bakar yang boros akibat manuver menghindari lubang, maupun denda keterlambatan.

Dampak domino tak berhenti di situ. Keterlambatan distribusi barang vital, seperti pangan atau obat-obatan, dapat mengakibatkan penurunan kualitas, bahkan kerugian total untuk produk yang mudah rusak. Pada akhirnya, konsumen yang menanggung beban. Biaya logistik yang tinggi diterjemahkan menjadi harga barang yang lebih mahal di pasaran, mengurangi daya beli dan memicu inflasi. Ini juga melemahkan daya saing produk lokal, menghambat investasi, dan memperlambat roda perekonomian secara keseluruhan.

Jalan rusak di jalur logistik adalah isu krusial yang membutuhkan perhatian serius dan tindakan konkret. Investasi pada infrastruktur jalan yang berkualitas bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi strategis untuk kelancaran distribusi, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Membangun dan memelihara jalan yang layak adalah kunci untuk memastikan barang sampai tepat waktu, dengan biaya efisien, demi kemajuan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *